Arsip untuk Februari 2010

Tanaman Jabon

18/02/2010

Jabon merupakan alternatif yang sangat menarik sebagai investasi hutan tanaman rakyat , karena daunnya tidak disukai ternak , jadi kemungkinan pencurian daun untuk pakan ternak kecil kemungkinannya , dan cabangnya memiliki karakteristik self-pruning / luruh / rontok sendiri seiring dengan bertambah tingginya pohon. Jadi otomatis secara alami kita dapatkan log yang lurus nyaris tanpa mata. Keunggulan lain adalah penyakit tumor karat seperti yang menyerang sengon ( Paraserianthes falcattaria ) tidak menyerang jabon. Sejauh ini belum ada data penyakit wabah yang dipublikasikan secara terbuka.
tanaman jabon
Karakteristik kayunya yang dikategorikan dalam kayu keras ( meskipun range density nya 0,35 – 0,54 g / cm3 ( hampir sama dengan sengon , 0,32 – 0,48 g / cm3 ), seratnya yang memiliki karakter kuat , menyebabkan kayu jabon bisa dipakai sebagai face veneer / lapisan luar plywood. Sedangkan sengon , karena karakter seratnya kurang menarik , seringkali dipakai sebagai core / lapisan dalam plywood, meskipun untuk beberapa kasus , sengon juga digunakan sebagai lapisan luar plywood & laminating layer board ( seperti misalnya untuk drawer box / kotak laci ). Harga per kubik kayu jabon sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sengon, yaitu saat ini ( akhir 2009 – awal 2010 ) berkisar Rp. 900.000 / m3 log diameter 25 cm up. ( sengon masih berkisar Rp. 780.000 – 850.000 / m3 log ). Hasil kubikasi per hektar dan laju pertumbuhan jabon kurang lebih sama dengan sengon. Jadi dengan hitungan ini , hasil per hektar sedikit lebih tinggi. Hanya saja kemudahan penjualan dan permintaan pasar , sengon tetap sementara ini jauh lebih unggul dibandingkan jabon.

Tanaman yang masih satu kerabat dengan kopi ini memiliki ciri khas lain , dormansi bijinya hanya bertahan 1 – 2 bulan sejak petik. Di dalam satu butir buahnya , terdapat 500 – 2000 butir biji halus. Bijinya tertanam dalam pericarp / daging buahnya , yang sepintas seperti buah sukun berukuran sedikit lebih besar dari bola tenis , dan di dalamnya berongga panjang – panjang.Karena alasan inilah bijinya agak sulit diperdagangkan secara bebas , karena dormansi yang cepat menurun jika disimpan lebih dari 1 bulan setelah buah dipetik. Kesulitan memisahkan biji – biji halus dari daging buah ini juga cukup membutuhkan ketrampilan khusus untuk pembibitannya.

Menarik bukan? itu sebabnya saya sebut jabon sebagai Jabon Emas