Tanaman Jabon

Jabon merupakan alternatif yang sangat menarik sebagai investasi hutan tanaman rakyat , karena daunnya tidak disukai ternak , jadi kemungkinan pencurian daun untuk pakan ternak kecil kemungkinannya , dan cabangnya memiliki karakteristik self-pruning / luruh / rontok sendiri seiring dengan bertambah tingginya pohon. Jadi otomatis secara alami kita dapatkan log yang lurus nyaris tanpa mata. Keunggulan lain adalah penyakit tumor karat seperti yang menyerang sengon ( Paraserianthes falcattaria ) tidak menyerang jabon. Sejauh ini belum ada data penyakit wabah yang dipublikasikan secara terbuka.
tanaman jabon
Karakteristik kayunya yang dikategorikan dalam kayu keras ( meskipun range density nya 0,35 – 0,54 g / cm3 ( hampir sama dengan sengon , 0,32 – 0,48 g / cm3 ), seratnya yang memiliki karakter kuat , menyebabkan kayu jabon bisa dipakai sebagai face veneer / lapisan luar plywood. Sedangkan sengon , karena karakter seratnya kurang menarik , seringkali dipakai sebagai core / lapisan dalam plywood, meskipun untuk beberapa kasus , sengon juga digunakan sebagai lapisan luar plywood & laminating layer board ( seperti misalnya untuk drawer box / kotak laci ). Harga per kubik kayu jabon sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sengon, yaitu saat ini ( akhir 2009 – awal 2010 ) berkisar Rp. 900.000 / m3 log diameter 25 cm up. ( sengon masih berkisar Rp. 780.000 – 850.000 / m3 log ). Hasil kubikasi per hektar dan laju pertumbuhan jabon kurang lebih sama dengan sengon. Jadi dengan hitungan ini , hasil per hektar sedikit lebih tinggi. Hanya saja kemudahan penjualan dan permintaan pasar , sengon tetap sementara ini jauh lebih unggul dibandingkan jabon.

Tanaman yang masih satu kerabat dengan kopi ini memiliki ciri khas lain , dormansi bijinya hanya bertahan 1 – 2 bulan sejak petik. Di dalam satu butir buahnya , terdapat 500 – 2000 butir biji halus. Bijinya tertanam dalam pericarp / daging buahnya , yang sepintas seperti buah sukun berukuran sedikit lebih besar dari bola tenis , dan di dalamnya berongga panjang – panjang.Karena alasan inilah bijinya agak sulit diperdagangkan secara bebas , karena dormansi yang cepat menurun jika disimpan lebih dari 1 bulan setelah buah dipetik. Kesulitan memisahkan biji – biji halus dari daging buah ini juga cukup membutuhkan ketrampilan khusus untuk pembibitannya.

Menarik bukan? itu sebabnya saya sebut jabon sebagai Jabon Emas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: