Posts Tagged ‘bibit jabon’

Jabon Tumbuhan Potensial

13/12/2011

Investasi pada tanaman kayu saat ini merupakan investasi yang bisa kita andalkan. Saat ini bukan hanya para petani kayu saja yang mengandalkan hasil dari penanaman kayu. Dari kalangan pengusaha, investor dan juga dari kalangan lain yang memiliki modal untuk terjun dalam dunia pertanian. Karena akhir- akhir ini kebutuhan kayu yang terus meningkat dan keterbatasan dari penyedia kayu, maka pengusaha kayu lapispun terjun langsung untuk ikut menanam berbagai jenis kayu yang dapat di manfaatkan untuk kebutuhan pebrik kayu lapis mereka. Dengan berbagai cara mereka menggalakkan penanaman. salah satunya dengan cara bagi hasil ataupun dengan cara kemitraan. Sistem kemitraan dan juga bagi hasil antara pengusasha dan para petani berjalan cukup bagus. Para petani yang  tidak mempunyai modal untuk pengadaan bibit tanaman tetapi mereka mempunyai lahan yang cukup untuk menanam tanaman kayu jadi bisa ikut menanam dengan sistem bagi hasil ini.

Kerja sama yang sangat menguntungkan ini sangat membantu para petani kecil yang mempunyai keterbatasan modal untuk pengadaan bibit tanaman kayu.

Salah satu kayu yang tingkat pertumbuhannnya sangat cepat adalah kayu jabon. Walaupun kayu jabon ini sudah banyak dikenal oleh sebagian besar para investor, pengusaha dan para petani, tetapi masih banyak juga para petani yang belum mengenal kelebihan-kelebihan yang di miliki oleh tanaman kayu jabon ini.  Maka dari itu marilah kita bersama-sama untuk mengenalkan tanaman jabon ini kepada seluruh masyarakat.

Nilai ekonomis pada tanaman ini sangat baik jika kita melihat pangsa pasar yang butuh adanya tanaman kayu untuk mencukupi produksi mereka baik untuk keperluan di dalam negri sendiri maupun untuk keperluan ekspor kita. Karena umur masa panen yang begitu singkat ini akan mengembalikan stok kayu kita yang akhir akhir ini mengalami penurunan.

Kami menyediakan bibit jabon dengan proses pengkerdilan yang kami kembangkan dilokasi pembibitan kami

Ini adalah sekilas gambaran mengapa kita bisa mengatakan bahwa jabon tumbuhan potensial yang berniali ekonomis cukup baik.

untuk kebutuhan bibit anda silahkan kunjungi jabon untuk investasi tanaman. Kami akan menyediakan kebutuhan bibit anda.

Jabon dibutuhkan oleh Industri kayu Lapis

22/03/2010

Jabon; Direktur utama PT Serayu Makmur Kayuindo, produsen kayu lapis di Jakarta.berkata “1 HA kebun jabon menghasilkan Rp.300.000.000,00. Bukan tanpa alasan Dia mengeluarkan angka itu. Industri kayu membutuhkan jabon Anthocephalus cadamba menjadi bahan pokok vinir, kayu lapis, dan pulp. Produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, cetakan beton juga memerlukan kayu kerabat kopi itu.

Jangan lupa kunjungi jabon . web . id

Dia mengatakan bahwa tekstur kayu jabon agak halus hingga agak kasar. Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus. Teras kayu yang berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, membuat urat-urat kayu tampak menonjol sempurna ketika dipernis. Pantas jabon cocok menjadi lapisan luar kayu lapis.

Menurut Prof Dr Ir Surdiding Ruhendi MSc dari Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pohon layak menjadi kayu lapis antara lain bila bentuk batang silindris. Selain itu tinggi batang bebas cabang minimal 5 m, diameter batang minimal 15 cm, dan arah serat lurus. Kerapatan alias bobot jenis 0,4 – 0,7 g/cm3. Syarat lain batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, dan bebas dari cacat mata kayu. ‘Jabon sangat memenuhi kriteria itu,’ ujar guru besar teknologi perekatan kayu itu.

Dia meriset jabon menjadi bahan pokok kayu lapis sejak 1999. Selain mengembangkan jabon di tanah sendiri seluas 33 ha, ia giat pula memperluas kemitraan untuk memasok kebutuhan kayu jabon. Harap mafhum, sekarang pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam. Pada waktu yang akan datang, ‘Harga kayu jabon akan semakin meningkat. Lihat saja, banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu,’ kata Dia.

waktu produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun – menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, yang terus berkembang. Dengan kemitraan, kelangsungan pasokan bahan pokok agar pabrik terus berproduksi dapat terjamin. Sejak program kemitraan digulirkan pada 2006, sekarang PT Serayu menggandeng lebih dari 100 pekebun jabon. Total luas tanah mencapai 3.131 ha tersebar di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Biaya bibit, penanaman, perawatan, pupuk, perikatan notaris, hingga panen menjadi tanggung jawab PT Serayu. ‘Pemilik tanah hanya perlu bayar pajak bumi dan bangunan,’ kata Dia. PT Serayu mensyaratkan pemilik tanah – minimal 5.000 m2 – untuk lokasi budidaya selama 4 – 5 tahun.

Hasil penjualan kayu nantinya dibagi 2: PT Serayu memperoleh bagian 60%, pekebun plasma 40%. Harga jual kayu jabon disesuaikan dengan harga pasar. Meski demikian, Serayu memberi kebebasan kepada pemilik tanah untuk menjual kayu jabon ke pembeli dengan harga tertinggi.

Pemilik tanah tinggal mengajukan permohonan kerja sama ke PT Serayu Makmur Kayuindo. Setelah itu Serayu mengecek kesesuaian tanah jabon melalui uji laboratorium. Selanjutnya pemilik tanah menyiapkan fotokopi kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan tanda kepemilikan tanah antara lain berupa sertifikat ataupun girik. Itu menjadi syarat perjanjian di hadapan notaris.

Menurut Dr Ir Supriyanto dari SEAMEO Biotrop, jabon tergolong tumbuhan pionir menjadimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Anggota famili Rubiaceae itu tumbuh baik di tanah aluvial di pinggir sungai dan di daerah peralihan antara rawa dan tanah kering. Bahkan di tanah gambut di Kalimantan pun, jabon dapat tumbuh baik.

Dia budidaya jabon dengan jarak 4 m x 4 m. Artinya, populasi 625 pohon/ha. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon. Dia tetap mengizinkan budidaya tumpangsari kepada pemilik tanah. Artinya, pemilik tanah tetap dapat berkebun kacang hijau, padi rancah, atau jagung di bawah tegakan jabon. Hasil tumpangsari menjadi hak milik sepenuhnya penggarap tanah.

Perkiraan Dia dalam 4 – 5 tahun yang akan datang, pemilik tanah meraup laba bersih Rp300-juta – Rp400-juta per ha. Angka itu diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5 tahun sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha. Produksi 800 – 1.000 m3 itu berdasarkan hasil riset PT Serayu. Dia memprediksi harga jabon pada 5 tahun yang akan datang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Sebanyak 40% atau Rp384-juta menjadi hak pemilik tanah. sekarang harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon ‘hanya’ Rp572.800.000. Hak pemilik tanah Rp229.120.000/ha.

Seorang pekebun mitra di Desa Rawaurip, Kec. Pangenan, Kab. Cirebon yang bernama Muhammad Insyaf SH, bermitra dengan PT Serayu pada 2006. Sebanyak 10 ha tanahnya ditanami jabon yang kini berumur 3 tahun berdiameter 22 cm. ‘budidaya jabon bagaikan budidaya emas, karena kebutuhan kayu akan terus meninggi,’ tutur Insyaf.

PT Kupajala Wanantara Kalyana juga menjalin kemitraan dengan pemilik tanah. Menurut Agus Hendarto SE, direktur utama PT Kupajala, pembagian keuntungan yaitu 60% untuk PT Kupajala, dan 40% buat pemilik tanah. masa kerja sama 6 – 7 tahun. akan tetapi, tanah mitra kerjasama dibatasi hanya di Provinsi Jawa Tengah. Untuk 1 ha tanah Agus lebih budidaya rapat berjarak 3 m x 3 m sehingga populasi 1.000 pohon per ha.

“kemitraan itu menjadi solusi yang baik, terutama untuk tanah tidur dan tanah kritis. Yang penting jangan sampai mengkonversi tanah-tanah produktif yang kini ditanami komoditas hortikultura.itulah yang dikatakan oleh Dosen megister bisnis institut pertanian bogor,Drs.Yudha heryawan asnawi MM. Beliau mengingatkan agar calon pekebun mitra memperhitungkan kemungkinan kelebihan pasok jabon yang mengakibatkan harga jatuh. Meskipun selama ini, harga kayu cenderung naik.

© Jabon.web.id

Tanaman Jabon

18/02/2010

Jabon merupakan alternatif yang sangat menarik sebagai investasi hutan tanaman rakyat , karena daunnya tidak disukai ternak , jadi kemungkinan pencurian daun untuk pakan ternak kecil kemungkinannya , dan cabangnya memiliki karakteristik self-pruning / luruh / rontok sendiri seiring dengan bertambah tingginya pohon. Jadi otomatis secara alami kita dapatkan log yang lurus nyaris tanpa mata. Keunggulan lain adalah penyakit tumor karat seperti yang menyerang sengon ( Paraserianthes falcattaria ) tidak menyerang jabon. Sejauh ini belum ada data penyakit wabah yang dipublikasikan secara terbuka.
tanaman jabon
Karakteristik kayunya yang dikategorikan dalam kayu keras ( meskipun range density nya 0,35 – 0,54 g / cm3 ( hampir sama dengan sengon , 0,32 – 0,48 g / cm3 ), seratnya yang memiliki karakter kuat , menyebabkan kayu jabon bisa dipakai sebagai face veneer / lapisan luar plywood. Sedangkan sengon , karena karakter seratnya kurang menarik , seringkali dipakai sebagai core / lapisan dalam plywood, meskipun untuk beberapa kasus , sengon juga digunakan sebagai lapisan luar plywood & laminating layer board ( seperti misalnya untuk drawer box / kotak laci ). Harga per kubik kayu jabon sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sengon, yaitu saat ini ( akhir 2009 – awal 2010 ) berkisar Rp. 900.000 / m3 log diameter 25 cm up. ( sengon masih berkisar Rp. 780.000 – 850.000 / m3 log ). Hasil kubikasi per hektar dan laju pertumbuhan jabon kurang lebih sama dengan sengon. Jadi dengan hitungan ini , hasil per hektar sedikit lebih tinggi. Hanya saja kemudahan penjualan dan permintaan pasar , sengon tetap sementara ini jauh lebih unggul dibandingkan jabon.

Tanaman yang masih satu kerabat dengan kopi ini memiliki ciri khas lain , dormansi bijinya hanya bertahan 1 – 2 bulan sejak petik. Di dalam satu butir buahnya , terdapat 500 – 2000 butir biji halus. Bijinya tertanam dalam pericarp / daging buahnya , yang sepintas seperti buah sukun berukuran sedikit lebih besar dari bola tenis , dan di dalamnya berongga panjang – panjang.Karena alasan inilah bijinya agak sulit diperdagangkan secara bebas , karena dormansi yang cepat menurun jika disimpan lebih dari 1 bulan setelah buah dipetik. Kesulitan memisahkan biji – biji halus dari daging buah ini juga cukup membutuhkan ketrampilan khusus untuk pembibitannya.

Menarik bukan? itu sebabnya saya sebut jabon sebagai Jabon Emas